OPT PENTING
TANAMAN MANGGA
Mangga (mangifera
indika L.) termasuk dalam family Anacardiaceae
serta berasal dari daerah kaswasang yang meliputi india, birma serta Malaysia,
kini hanmpir sudah tersebar keseluruh negara tropis, seperti asia termasuk Indonesia,
mesir , afrika selatan, Australia dan ujung selat florida.
Klasifikasi : menurut (Cronquist, 1981)
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo :
Sapindales
Familia : Arnacardiaceae
Genus : Mangifera
Species : Mangifera indica
L.
Mangga
karena kelesatan rasanya dianggap sebagai ‘the apple of the tropic’ yakni salah satu buah tropis yang
kedudukannya sama dengan apel di daerah subtropics. Bahkan di india mangga
sangat terkenal dan merupakan utama serta biasa disebut sebagai ‘raja dari segalah
buah-buahan’ dan secara simbolis dipakai dalam u-pacara-upacara kebudayaan.
Indonesia sngat berpotensi baik dalam perkembangan mangga, terutama di daerah daratan
rendah wiaya Indonesia bagian timur dan tengah serta pulau jawa bagian yang
bercuaca curah hujan rendah (kering).
Untuk
menjaga dan meningkatkan kualitas hasil buah mangga tentunya tidak luput dari gangguan seperti
hama, pathogen dan gulma, oleh karna itu untuk dapat menjaga dan meninggakatkan
hasil buah mangga maka perlu di ketahui tantang ke tiga jenis OPT yang sangat
berpotensi dalam menurunkan hasil mangga.
Hama sangat berpotensi besar
dalam menurunkan kualitas hasil buah mangga. Hama kumbang buah mangga (Sternochetus
frigidus F.) ; sinonimnya Cryptorrhynchus
gravis F. hama kumbang buah mangga tergolong dalam ordo coleopteran, family Curenlionidae.
Semua jenis tanaman mangga seperti golek, manalagi,
arumanis,bacang dan kaweni merupakan
tanaman inangnya, kumbang buah mangga ini membuat lubang terowongan dalam
daging buah mangga yang masak, tampak baik dari luar namun didalamnya telah
rusak.


Figure 1:
Larval tunnels formed by mango pulp weevil
Figure
2: From left: Exit hole of mango pulp weevil adult, pupa in chamber with two
adults and pupal chambers.
Sejak tahun 1987, kumbang bubur mangga telah
perlahan-lahan perkebunan mangga infesting di Palawan. Ini dimulai dari kota
selatan Bataraza dan telah mencapai bagian selatan Puerto Princesa City. Namun,
bagian utara provinsi masih uninfested (De Jesus, 2000). Provinsi Palawan telah
ditempatkan di bawah karantina untuk mencegah penyebaran serangga ke lain
daerah penghasil mangga negara (De Jesus,. 1998).
Morfologi kumbang buah mangga
Panjang
kumbang ini sekitar 8-10 mm. moncongnya panjang dan sedikit bengkok. Warna
coklat tua berbintik kelabu. Elytra-nya mempunyai garis-garis yang memanjang
dan menonjol. Warna undinya (larva) putih dengan panjang 18 mm. warna
kepompongnya coklat.
Daur hidup kumbang buah mangga
Setelah
kawin kumbang bertelur, telurnya di masukan kedalam buah mangga yang telah di
gereknya, jumlah telurnya 75-180 butir dalam waktu 3 mingggu. Setelah larvanya
menetas, langsung memakan daging buah sambil membuat terowongan sampai ke biji. Lundinya berwarna putih, cairan buah di minum
larva, kotoran lundi berbentuk bulat menutupi lubang. Larvamembentuk pupah di
dalam buah dengan kepompong yang di buat dari sisa potongan makanan. Setelah
menjadi kumbang serangga ini kelur dar buah mangga pada siang hari dan terbanng
mencari persembunyian dibawah celah-celah kulit pohon mangga. Karena warna
kulitnya hampir sama degan warna kulit pohon, hama ini sering tidak terlihat.
Kumbang
ini makan pada malam hari dengan menusuk buah yang masih muda. Cairan yang
kelur dari buah yang masih muda lalu di makanya. Kumbang ini juga memakan daun
muda dan tunas. Walau pun terbangnya kuat, biasanya kumbang tidak begitu jauh
dari tempat munculnya.sesudah bertelur biasanya kumbang betina mati.
Perkembangan satu generasi biasanya membutukan waktu kira-kira 10 minggu.
Musuh alami
ü Tumbuhan
parasit Flavopimpla manggae Betr.
ü Semut
rangrang (oecophylla smaragdina F) dengan adanya semut rangrang kumbang
dan serangga yang lain akan pergi.
Pengendalian
kumbang
ü Buah yang
telah di serang segara dipetk dan di musnakan. Setelah itu buah yang telah
rontok di kumpulkan dan di bakar.
ü Kebersihan
sekitar pohon harus di jaga, jika kelihatan kumbang segera di tangkap dan di
kumpulkak dan kemudian di matikan.
ü
Kumbang di semprot dengan insektisida, seperti Karate
dan Perfekthio
Reverensi
:
Ir.
Pracaya. Hama dan Penyakit Tanaman .2009.Penebar Swadaya. Jakarta
http://www.plantquarantineindia.org/pdffiles/nspm13%20pfa%20for%20mangonut%20and%20pulp%20weevil.pdf
Nama kelompok17
1. Yosdacrianus Suhardi. Dosen
PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
2. Yosephus M.I. Tang . Dosen
PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
3. Yudi Werwanto Kaka. Dosen
PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
4. Yuliana H.L. Djami Dosen
PA Ir. A.E.P. Fanggidae 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar