Senin, 15 April 2013



OPT PENTING TANAMAN MANGGA
Mangga (mangifera indika L.)  termasuk dalam family  Anacardiaceae serta berasal dari daerah kaswasang yang meliputi india, birma serta Malaysia, kini hanmpir sudah tersebar keseluruh negara tropis, seperti asia termasuk Indonesia, mesir , afrika selatan, Australia dan ujung selat florida.
Klasifikasi      : menurut (Cronquist, 1981)
Kingdom          : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnopsida
Subclassis       : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Familia            : Arnacardiaceae
Genus             : Mangifera
Species           : Mangifera indica L.

            Mangga karena kelesatan rasanya dianggap sebagai ‘the apple of the tropic’  yakni salah satu buah tropis yang kedudukannya sama dengan apel di daerah subtropics. Bahkan di india mangga sangat terkenal dan merupakan utama serta biasa disebut sebagai ‘raja dari segalah buah-buahan’ dan secara simbolis dipakai dalam u-pacara-upacara kebudayaan. Indonesia sngat berpotensi baik dalam perkembangan mangga, terutama di daerah daratan rendah wiaya Indonesia bagian timur dan tengah serta pulau jawa bagian yang bercuaca curah hujan rendah (kering).
            Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hasil buah mangga  tentunya tidak luput dari gangguan seperti hama, pathogen dan gulma, oleh karna itu untuk dapat menjaga dan meninggakatkan hasil buah mangga maka perlu di ketahui tantang ke tiga jenis OPT yang sangat berpotensi dalam menurunkan hasil mangga.
*                  Hama
Hama sangat berpotensi besar dalam menurunkan kualitas hasil buah mangga. Hama kumbang buah mangga  (Sternochetus frigidus F.) ; sinonimnya Cryptorrhynchus gravis F. hama kumbang buah mangga tergolong dalam ordo coleopteran, family Curenlionidae.
Semua jenis tanaman mangga seperti golek, manalagi, arumanis,bacang dan kaweni  merupakan tanaman inangnya, kumbang buah mangga ini membuat lubang terowongan dalam daging buah mangga yang masak, tampak baik dari luar namun didalamnya telah rusak.
Photo of two mango cheek slices showing the larval tunnels of mango pulp weevilPhoto of whole mango showing the exit hole of adult mango pulp weevil, mango slice showing pupa in chamber with two adults and a mango slice showing pupal chambers
Figure 1: Larval tunnels formed by mango pulp weevil
 Figure 2: From left: Exit hole of mango pulp weevil adult, pupa in chamber with two adults and pupal chambers.

 Sejak tahun 1987, kumbang bubur mangga telah perlahan-lahan perkebunan mangga infesting di Palawan. Ini dimulai dari kota selatan Bataraza dan telah mencapai bagian selatan Puerto Princesa City. Namun, bagian utara provinsi masih uninfested (De Jesus, 2000). Provinsi Palawan telah ditempatkan di bawah karantina untuk mencegah penyebaran serangga ke lain daerah penghasil mangga negara (De Jesus,. 1998).


Morfologi kumbang buah mangga
            Panjang kumbang ini sekitar 8-10 mm. moncongnya panjang dan sedikit bengkok. Warna coklat tua berbintik kelabu. Elytra-nya mempunyai garis-garis yang memanjang dan menonjol. Warna undinya (larva) putih dengan panjang 18 mm. warna kepompongnya coklat.

Daur hidup kumbang buah mangga
            Setelah kawin kumbang bertelur, telurnya di masukan kedalam buah mangga yang telah di gereknya, jumlah telurnya 75-180 butir dalam waktu 3 mingggu. Setelah larvanya menetas, langsung memakan daging buah sambil membuat terowongan sampai ke biji.  Lundinya berwarna putih, cairan buah di minum larva, kotoran lundi berbentuk bulat menutupi lubang. Larvamembentuk pupah di dalam buah dengan kepompong yang di buat dari sisa potongan makanan. Setelah menjadi kumbang serangga ini kelur dar buah mangga pada siang hari dan terbanng mencari persembunyian dibawah celah-celah kulit pohon mangga. Karena warna kulitnya hampir sama degan warna kulit pohon, hama ini sering tidak terlihat.
            Kumbang ini makan pada malam hari dengan menusuk buah yang masih muda. Cairan yang kelur dari buah yang masih muda lalu di makanya. Kumbang ini juga memakan daun muda dan tunas. Walau pun terbangnya kuat, biasanya kumbang tidak begitu jauh dari tempat munculnya.sesudah bertelur biasanya kumbang betina mati. Perkembangan satu generasi biasanya membutukan waktu kira-kira 10 minggu.

Musuh alami
ü Tumbuhan parasit Flavopimpla manggae Betr.
ü Semut rangrang (oecophylla smaragdina F) dengan adanya semut rangrang kumbang dan serangga yang lain akan pergi.

Pengendalian kumbang
ü Buah yang telah di serang segara dipetk dan di musnakan. Setelah itu buah yang telah rontok di kumpulkan dan di bakar.
ü Kebersihan sekitar pohon harus di jaga, jika kelihatan kumbang segera di tangkap dan di kumpulkak dan kemudian di matikan.
ü Kumbang di semprot dengan insektisida, seperti Karate dan Perfekthio
Reverensi :

Ir. Pracaya. Hama dan Penyakit Tanaman .2009.Penebar Swadaya. Jakarta

Nama kelompok17
1.       Yosdacrianus Suhardi. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
2.       Yosephus M.I. Tang . Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
3.       Yudi Werwanto Kaka. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
4.    Yuliana H.L. Djami Dosen PA Ir. A.E.P. Fanggidae 17  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar