Senin, 15 April 2013

ujian ddpt

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA FAKULTAS PERTANIAN UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2012/2013 DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN Silahkan isi informasi berikut ini Nama lengkap mahasiswa :YOSEPHUS M. L. TANG. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) :1204061009 Nama dosen wali (PA) :Ir. JENNY MARKUS M. App,Sc. Mengulang (Ya/Tidak) : tidak Tanggal Ujian :16-04-2013 Semua informasi di atas harus diisi agar jawaban akan diperiksa. Petunjuk 1) Bacalah dengan teliti permasalahan yang diberikan dan kemudian pahami pertanyaan yang diajukan sebelum memulai menuliskan jawaban. 2) Jawablah pertanyaan langsung pada soal ujian dengan mengetikkan pada ruang kosong yang disediakan di bawah tulisan Jawaban:, tanpa membuat perubahan apapun terhadap format dokumen (jenis huruf, ukuran huruf, perataan kiri, ukuran kertas, dsb., dibiarkan tetap sebagaimana adanya). Aktifkan tanda pada saat mengetik agar bisa melihat posisi kursor dan format tersembunyi lainnya. Bila perlu, pelajari cara mengetik dengan benar dengan mengunduh panduan dari blog Sumberdaya Skripsi (http://sumberdayaskripsi.blogspot.com). 3) Setiap pertanyaan bernilai maksimum 10 dan penilaian dilakukan dengan mengurangi nilai tersebut sesuai dengan tingkat kesalahan jawaban. 4) Silahkan mendiskusikan dengan teman atau dengan siapa saja tetapi kemudian jawablah pertanyaan sendiri. Pemeriksaan jawaban akan dilakukan dengan terlebih dahulu membandingkan jawaban antar mahasiswa dan kemudian mengelompokkan mahasiswa yang jawabannya mirip. Jawaban yang sama akan diberikan pengurangan nilai sesuai dengan tingkat kesamaananya. 5) Simpan dengan nama file dalam format PDF dengan nama: dpt_jwbujian_2012^2013^2_namamahasiswa (nama depan dan tengah hanya dituliskan huruf awal, misal: melinda sukaria nyontekia menjadi dpt_jwbujian_2012^2013^2_msnyontekia), lalu unggah melalui kotak unggah MediaFire (bukan melalui email sebagaimana diumumkan sebelumnya) yang diberikan pada blog matakuliah. Jawaban ujian harus sudah diterima selambat-lambatnya pada hari Selasa, 16 April 2013 pukul 14.00 WITA. Jawaban ujian yang masuk setelah melewati waktu tenggat tersebut atau dikirim dengan nama file tidak seperti di atas tidak akan diperiksa. Kasus 1 Jagung dibudidayakan di NTT terutama sebagai tanaman ladang pada musim hujan. Ladang, yang di Timor biasa disebut kebun (padahal kebun seharusnya untuk tanaman perkebunan), disiapkan dengan terlebih dahulu membuka lahan dan membuat pagar keliling. Pagar keliling dibuat untuk menghindarkan tanaman dari dirusak oleh ternak lepas, terutama sapi, babi, dan kambing. Jagung yang dibudidayakan pada umumnya adalah jagung galur lokal yang ditanam secara tumpangsari dengan berbagai jenis tanaman lain, terutama kacang-kacangan dan labu, yang bahkan ditanam dalam satu lubang tanam. Akibatnya, berbagai jenis tanaman tersebut saling bersaing dalam memperoleh ruang, cahaya matahari, air, dan unsur hara sehingga produksi jagung tidak maksimal. Produksi yang tidak maksimal tersebut, setelah panen, dimakan pula oleh kumbang bubuk (yang lazim disebut ‘fufuk’), terutama Sitophilus spp yang dapat merusak 30-65% dari hasil panen. Petani berusaha mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh kumbang bubuk tersebut dengan cara menyimpan jagung dengan disertai pengasapan terus menerus setiap hari terutama selama tiga bulan pertama. Untuk melakukan pengasapan, petani harus menebang pohon jenis-jenis tertentu sebagai kayu bakar. Jawablah pertanyaan No. 1 sampai dengan No. 5 dengan berdasarkan Kasus 1. 1) Unduh dari Internet PP No. 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman dan carilah definisi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Setelah membaca definisi tersebut, jelaskan apakah tanaman lain yang bersaing dalam memperoleh ruang, cahaya matahari, air, dan unsur hara dapat dikategorikan sebagai OPT? Kutip definisi yang menyatakan hal itu. Jawaban (mulai pada baris baru): Didalam PP no. 6 Tahun 1995 tentang perlindungan tanaman di dalam bab 1 pasal 1 ayat 2 menyatakan Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan. Berarti tanaman lain yang di tanam bersama tanaman utama juga dapat di golongkan sebagai opt, karna tanaman yang bukan tanaman utama ikut bersaing dengan tanaman utama untuk merebut cahaya, air, unsur hara dan faktor-faktor lain yang mendukung kehidupan tanaman. 2) Jelaskan apakah sapi, babi, dan kambing dapat dikategorikan sebagai OPT. Pernyataan mana dalam uraian Kasus 1 yang dapat digunakan untuk mengkategorikan sapi, babi, dan kambing sebagai OPT? Jawaban (mulai pada baris baru): Sapi, babi dan kambing dapat di golongkan sebagai hama apabila ternak ini merusak tanaman yang di budidayakan oleh petani atau pengusaha. Jadi dapat saya katakan sapi, babi dan kambing peliharaan pun dapat menjadi opt yang menyebabkan kerugian. 3) Cari di situs BPS dan kutip data tahun terkini produksi per hektar jagung untuk Provinsi NTT, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Jawa Timur. Menyimak data tersebut dan uraian pada Kasus 1, dapatkah disimpulkan bahwa produktivitas jagung di NTT terkendala oleh OPT? Jelaskan. Jawaban (mulai pada baris baru): propinsi NTT GORONTALO JAWA TIMUR Luas panen 245323 137878 1232523,00 produktifitas 25,66 47,47 51,08 produksi 629386,00 654444,00 6295301,00 Produktifitas jagung di NTT sangat renda hal ini mungkin di sebabkan oleh hama, turun atau rendahnya prodiktifitas hasil jagung di ntt ini salah satu faktornya adalah hama, yaitu hama yang menyerang mulai dari tanaman masih di budidayankan sampai dengan panen dan paskapanen serta penyimanan, seperti; ulat jengkat, penggerek tongkol jagung, kumbang bubuk, tikus dan lain sebagainya yang dapat berpotensi untuk menurunkan hasil. Ada pun ternak peliharaan masyarakat yang dapat berpotensi sebagai hama apabila ternak tidak di kandangkan maka ternak akan merusak tanaman budidaya, dan juga faktor kebudayaan masyarakat NTT yang beternak dengan menggembalakan ternak mereka. 4) Bagi petani peladang, mana yang dianggap sebagai OPT penting, ternak lepas atau kumbang bubuk? Pernyataan mana dalam uraian Kasus 2 yang dapat digunakan untuk menunjukkan hal itu? Jelaskan. Jawaban (mulai pada baris baru): Tentusaja bagi petani peladang yang menjadi hama utama adalah ternak, karna kebanyakan peternak NTT beternak dengan mengembalakan ternak mereka, maka dengan tidak langsung hama ternak ini suda berpotensi merusak tanaman. apabila tanaman suda di rusakkan oleh ternak pada waktu masih di budidayan di lahan maka potensi kerusakan yang di sebakan oleh ternak lebi besar, dan di pandang dari potensi merusak tentu saja hama ternak dan hama serangga kemampuan merusaknya berbeda, hama ternak potensi kerusakannya lebih besar. 5) Carilah informasi mengenai kumbang bubuk Sitophilus zeamais lalu uraikan daur hidup telur, larva, pupa, dan imago dengan disertai gambar dan menyertakan minimal 3 pustaka sumber. Jawaban (mulai pada baris baru): Kasus 2 Iwan, seorang mahasiswa PS Agroteknologi Faperta Undana minat Perlindungan tanaman, melakukan wawancara mengenai OPT jagung manis. Dari hasil wawancara, dia memperoleh data sebagai berikut: 1) Petani membudidayakan jagung manis seluas rata-rata 1 hektar. 2) Tanpa serangan OPT, produksi jagung per hektar mencapai 32.000 tongkol dengan harga borongan Rp 1000,- per tongkol. 3) Menjelang berbunga, batang jagung digerek oleh penggerek batang yang bila dibiarkan dapat menyebabkan kehilangan hasil tongkol 5%. 4) Ketika tanaman sedang dalam fase pengisian, tongkol diserang oleh penggerek tongkol yang bila dibiarkan dapat menyebabkan kehilangan hasil tongkol 15%. 5) Untuk mengurangi kehilangan hasil sebesar 50% oleh penggerek batang diperlukan pengendalian yang memerlukan biaya Rp 1.500.000,- per ha, sedangkan untuk mengurangi kehilangan hasil dengan besaran yang sama oleh penggerek tongkol diperlukan biaya Rp 2.000.000,- per ha. Selanjutnya baca tayangan Faktor yang Menentukan Status Organisme sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Keputusan Melakukan Pengendalian pada blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman untuk membantu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa tersebut. Jawablah pertanyaan No. 6 sampai dengan No. 9 dengan berdasarkan Kasus 2. 6) Bila kemampuan menyebabkan kehilangan hasil merupakan kombinasi dari kemampuan merusak setiap individu dengan padat populasi organisme yang bersangkutan, jelaskan dengan perhitungan manakah yang lebih berstatus sebagai OPT yang lebih penting, penggerek batang atau penggerek tongkol. Jawab dengan disertai langkah-langkah perhitungan. Jawaban (mulai pada baris baru): Yang merupakan hamautama yang menyebabkan kerugian yang paling besar adalah hama penggerek tongkol. Perhitungan • Hasil jagung/ha: 22.000 tongkol • Prosentase kerusakanoleh hama penggerek batang jagung 5%. Maka 32.000 x 5% = 1600 tongkol yang di rusak oleh hama penggerek batang jagung. • Penggerek tongkol 15%. Maka 32.000 x 15% = 4800 tongkol. Maka kerugian yang lebih besar di sebabkan oleh hama penggerek tongkol jagung. 7) Carilah informasi mengenai penggerek batang jagung dan penggerek tongkol lalu sebutkan dan periksa nama ilmiah dan klasifikasi kedua organisme tersebut di situs GBIF Data Portal atau ITIS pada blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Cantumkan nama ilmiah dan klasifikasi yang diperoleh dan kemudian berikan penjelasan mengapa nama ilmiah perlu diperiksa pada situs tersebut. Jawaban (mulai pada baris baru): 8) Berdasarkan hasil wawancara pada Kasus 2, hitung besar kehilagan hasil (BKH) dan nilai kehilangan hasil (NKH) yang disebabkan oleh setiap OPT dan nilai kehilangan hasil yang dapat diselamatkan (NKHS) dengan melakukan pengendalian. Cantumkan hasil perhitungan langkah demi langkah (bukan dengan hanya mencantumkan tabel). Jawaban (mulai pada baris baru): Prosentase kehilangan air oleh hama penggerek batang jagung sebesar 5% maka dapat menyebabkan kerugian sebesar 1600 tongkol dan hama penggerek tongkol jagung sebesar 15% menyebabkan kehilangan hasil sebesar 4800 tongkol. Perhitungan Hasil/ha, 32.000 tongkol. Harga jual Rp.1000 tongkol Maka pendapatan : 32.000 x 1000 = Rp. 32. 000.000 Potensi kehilangan hasil bila di serang oleh hama penggerek tongkol jagung dan penggerek batang jagung sebesar ; 1600 + 4800 = 6400 tongkol Maka hasil yang diperoleh petani sebesar ; 32.000 – 6400 x 1000 = Rp. 25.600.000 Setlah pengendalian hasil yng di peroleh oleh petani sebesar : Penggerek batang ; 5% dari 32.000 tngkol = 1600. 50% dari 1600 = 800 tongkol Penggerek tongkol; 15% dari 32.000 tongkol = 4800. 50% dari 4800 = 2400 tongkol. Hasil yang di peroleh : 32.000 – 800+ 2400 = 33.600 tongkol Maka hasil berupa uang yang di peroleh sebesar ; 33.600 x 1000 = Rp. 33.600.000 Hasil berih yang di peroleh oleh petani sebesar; Rp. 33.600.000 – 1.500.000 + 2.000.000 = Rp. 34.100.000 9) Berdasarkan hasil perhitungan pada Pertanyaan 8 dan besar biaya pengendalian sebagaimana disebutkan pada Kasus 2, di antara kedua OPT tersebut, mana yang perlu dikendalikandan mana yang tidak? Jelaskan jawaban Anda dengan perhitungan langkah demi langkah (bukan dengan hanya mencantumkan tabel). Jawaban (mulai pada baris baru): Yang perluh di kendalikan adalah hama pengerek tongkol karna prosentase kerusakan nya lebih besar dari hama penggerek batang. Dan di lihat dari biaya yang di keluarkan untuk mengendalikan hama penggerek batang lebih besar. Jawablah pertanyaan No. 10 dengan berdasarkan Kasus 1 dan Kasus 2. 10) Simak dengan teliti kurva berikut yang diperoleh dari FAO SD Dimenssion: Menurut kurva di atas, faktor apa saja yang dapat menyebabkan kehilangan hasil dan jelaskan, OPT termasuk faktor yang mana dan program ‘jagungisasi’ termasuk faktor yang mana? Jawaban (mulai pada baris baru): Pertanyaan Bonus Anda tidak harus menjawab pertanyaan ini, tetapi bila menjawab maka nilai yang diperoleh akan ditambahkan terhadap nilai yang diperoleh dari menjawab Pertanyaan 1 sampai Pertanyaan 10 (bila belum mencapai 100). 11) Baca tayangan Faktor yang Menentukan Status Organisme sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Keputusan Melakukan Pengendalian pada blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Setelah membaca tulisan ini, komentari apakah mempelajari perlindungan tanaman cukup dengan mempelajari biologi organisme (mahluk hidup). Tulis jawaban Anda sebagai komentar di dalam kotak komentar di bagian bawah tulisan tersebut. Ketik dahulu komentar Anda dalam Word dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, hitung jumlah kata antara 50-75 kata (Review>Proofing>Word Count). Kemudian setelah isi dan bahasanya memadai, salin (copy) lalu tempel (paste) dalam kotak komentar. SELAMAT BEKERJA JANGAN SALAHGUNAKAN KEPERCAYAAN YANG DIBERIKAN KEPADA ANDA UNTUK BELAJAR MELAKUKAN KORUPSI DENGAN MENYALIN DAN MENEMPELKAN JAWABAN DARI MAHASISWA LAIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar