Senin, 15 April 2013

ujian ddpt

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA FAKULTAS PERTANIAN UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2012/2013 DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN Silahkan isi informasi berikut ini Nama lengkap mahasiswa :YOSEPHUS M. L. TANG. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) :1204061009 Nama dosen wali (PA) :Ir. JENNY MARKUS M. App,Sc. Mengulang (Ya/Tidak) : tidak Tanggal Ujian :16-04-2013 Semua informasi di atas harus diisi agar jawaban akan diperiksa. Petunjuk 1) Bacalah dengan teliti permasalahan yang diberikan dan kemudian pahami pertanyaan yang diajukan sebelum memulai menuliskan jawaban. 2) Jawablah pertanyaan langsung pada soal ujian dengan mengetikkan pada ruang kosong yang disediakan di bawah tulisan Jawaban:, tanpa membuat perubahan apapun terhadap format dokumen (jenis huruf, ukuran huruf, perataan kiri, ukuran kertas, dsb., dibiarkan tetap sebagaimana adanya). Aktifkan tanda pada saat mengetik agar bisa melihat posisi kursor dan format tersembunyi lainnya. Bila perlu, pelajari cara mengetik dengan benar dengan mengunduh panduan dari blog Sumberdaya Skripsi (http://sumberdayaskripsi.blogspot.com). 3) Setiap pertanyaan bernilai maksimum 10 dan penilaian dilakukan dengan mengurangi nilai tersebut sesuai dengan tingkat kesalahan jawaban. 4) Silahkan mendiskusikan dengan teman atau dengan siapa saja tetapi kemudian jawablah pertanyaan sendiri. Pemeriksaan jawaban akan dilakukan dengan terlebih dahulu membandingkan jawaban antar mahasiswa dan kemudian mengelompokkan mahasiswa yang jawabannya mirip. Jawaban yang sama akan diberikan pengurangan nilai sesuai dengan tingkat kesamaananya. 5) Simpan dengan nama file dalam format PDF dengan nama: dpt_jwbujian_2012^2013^2_namamahasiswa (nama depan dan tengah hanya dituliskan huruf awal, misal: melinda sukaria nyontekia menjadi dpt_jwbujian_2012^2013^2_msnyontekia), lalu unggah melalui kotak unggah MediaFire (bukan melalui email sebagaimana diumumkan sebelumnya) yang diberikan pada blog matakuliah. Jawaban ujian harus sudah diterima selambat-lambatnya pada hari Selasa, 16 April 2013 pukul 14.00 WITA. Jawaban ujian yang masuk setelah melewati waktu tenggat tersebut atau dikirim dengan nama file tidak seperti di atas tidak akan diperiksa. Kasus 1 Jagung dibudidayakan di NTT terutama sebagai tanaman ladang pada musim hujan. Ladang, yang di Timor biasa disebut kebun (padahal kebun seharusnya untuk tanaman perkebunan), disiapkan dengan terlebih dahulu membuka lahan dan membuat pagar keliling. Pagar keliling dibuat untuk menghindarkan tanaman dari dirusak oleh ternak lepas, terutama sapi, babi, dan kambing. Jagung yang dibudidayakan pada umumnya adalah jagung galur lokal yang ditanam secara tumpangsari dengan berbagai jenis tanaman lain, terutama kacang-kacangan dan labu, yang bahkan ditanam dalam satu lubang tanam. Akibatnya, berbagai jenis tanaman tersebut saling bersaing dalam memperoleh ruang, cahaya matahari, air, dan unsur hara sehingga produksi jagung tidak maksimal. Produksi yang tidak maksimal tersebut, setelah panen, dimakan pula oleh kumbang bubuk (yang lazim disebut ‘fufuk’), terutama Sitophilus spp yang dapat merusak 30-65% dari hasil panen. Petani berusaha mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh kumbang bubuk tersebut dengan cara menyimpan jagung dengan disertai pengasapan terus menerus setiap hari terutama selama tiga bulan pertama. Untuk melakukan pengasapan, petani harus menebang pohon jenis-jenis tertentu sebagai kayu bakar. Jawablah pertanyaan No. 1 sampai dengan No. 5 dengan berdasarkan Kasus 1. 1) Unduh dari Internet PP No. 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman dan carilah definisi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Setelah membaca definisi tersebut, jelaskan apakah tanaman lain yang bersaing dalam memperoleh ruang, cahaya matahari, air, dan unsur hara dapat dikategorikan sebagai OPT? Kutip definisi yang menyatakan hal itu. Jawaban (mulai pada baris baru): Didalam PP no. 6 Tahun 1995 tentang perlindungan tanaman di dalam bab 1 pasal 1 ayat 2 menyatakan Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan. Berarti tanaman lain yang di tanam bersama tanaman utama juga dapat di golongkan sebagai opt, karna tanaman yang bukan tanaman utama ikut bersaing dengan tanaman utama untuk merebut cahaya, air, unsur hara dan faktor-faktor lain yang mendukung kehidupan tanaman. 2) Jelaskan apakah sapi, babi, dan kambing dapat dikategorikan sebagai OPT. Pernyataan mana dalam uraian Kasus 1 yang dapat digunakan untuk mengkategorikan sapi, babi, dan kambing sebagai OPT? Jawaban (mulai pada baris baru): Sapi, babi dan kambing dapat di golongkan sebagai hama apabila ternak ini merusak tanaman yang di budidayakan oleh petani atau pengusaha. Jadi dapat saya katakan sapi, babi dan kambing peliharaan pun dapat menjadi opt yang menyebabkan kerugian. 3) Cari di situs BPS dan kutip data tahun terkini produksi per hektar jagung untuk Provinsi NTT, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Jawa Timur. Menyimak data tersebut dan uraian pada Kasus 1, dapatkah disimpulkan bahwa produktivitas jagung di NTT terkendala oleh OPT? Jelaskan. Jawaban (mulai pada baris baru): propinsi NTT GORONTALO JAWA TIMUR Luas panen 245323 137878 1232523,00 produktifitas 25,66 47,47 51,08 produksi 629386,00 654444,00 6295301,00 Produktifitas jagung di NTT sangat renda hal ini mungkin di sebabkan oleh hama, turun atau rendahnya prodiktifitas hasil jagung di ntt ini salah satu faktornya adalah hama, yaitu hama yang menyerang mulai dari tanaman masih di budidayankan sampai dengan panen dan paskapanen serta penyimanan, seperti; ulat jengkat, penggerek tongkol jagung, kumbang bubuk, tikus dan lain sebagainya yang dapat berpotensi untuk menurunkan hasil. Ada pun ternak peliharaan masyarakat yang dapat berpotensi sebagai hama apabila ternak tidak di kandangkan maka ternak akan merusak tanaman budidaya, dan juga faktor kebudayaan masyarakat NTT yang beternak dengan menggembalakan ternak mereka. 4) Bagi petani peladang, mana yang dianggap sebagai OPT penting, ternak lepas atau kumbang bubuk? Pernyataan mana dalam uraian Kasus 2 yang dapat digunakan untuk menunjukkan hal itu? Jelaskan. Jawaban (mulai pada baris baru): Tentusaja bagi petani peladang yang menjadi hama utama adalah ternak, karna kebanyakan peternak NTT beternak dengan mengembalakan ternak mereka, maka dengan tidak langsung hama ternak ini suda berpotensi merusak tanaman. apabila tanaman suda di rusakkan oleh ternak pada waktu masih di budidayan di lahan maka potensi kerusakan yang di sebakan oleh ternak lebi besar, dan di pandang dari potensi merusak tentu saja hama ternak dan hama serangga kemampuan merusaknya berbeda, hama ternak potensi kerusakannya lebih besar. 5) Carilah informasi mengenai kumbang bubuk Sitophilus zeamais lalu uraikan daur hidup telur, larva, pupa, dan imago dengan disertai gambar dan menyertakan minimal 3 pustaka sumber. Jawaban (mulai pada baris baru): Kasus 2 Iwan, seorang mahasiswa PS Agroteknologi Faperta Undana minat Perlindungan tanaman, melakukan wawancara mengenai OPT jagung manis. Dari hasil wawancara, dia memperoleh data sebagai berikut: 1) Petani membudidayakan jagung manis seluas rata-rata 1 hektar. 2) Tanpa serangan OPT, produksi jagung per hektar mencapai 32.000 tongkol dengan harga borongan Rp 1000,- per tongkol. 3) Menjelang berbunga, batang jagung digerek oleh penggerek batang yang bila dibiarkan dapat menyebabkan kehilangan hasil tongkol 5%. 4) Ketika tanaman sedang dalam fase pengisian, tongkol diserang oleh penggerek tongkol yang bila dibiarkan dapat menyebabkan kehilangan hasil tongkol 15%. 5) Untuk mengurangi kehilangan hasil sebesar 50% oleh penggerek batang diperlukan pengendalian yang memerlukan biaya Rp 1.500.000,- per ha, sedangkan untuk mengurangi kehilangan hasil dengan besaran yang sama oleh penggerek tongkol diperlukan biaya Rp 2.000.000,- per ha. Selanjutnya baca tayangan Faktor yang Menentukan Status Organisme sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Keputusan Melakukan Pengendalian pada blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman untuk membantu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa tersebut. Jawablah pertanyaan No. 6 sampai dengan No. 9 dengan berdasarkan Kasus 2. 6) Bila kemampuan menyebabkan kehilangan hasil merupakan kombinasi dari kemampuan merusak setiap individu dengan padat populasi organisme yang bersangkutan, jelaskan dengan perhitungan manakah yang lebih berstatus sebagai OPT yang lebih penting, penggerek batang atau penggerek tongkol. Jawab dengan disertai langkah-langkah perhitungan. Jawaban (mulai pada baris baru): Yang merupakan hamautama yang menyebabkan kerugian yang paling besar adalah hama penggerek tongkol. Perhitungan • Hasil jagung/ha: 22.000 tongkol • Prosentase kerusakanoleh hama penggerek batang jagung 5%. Maka 32.000 x 5% = 1600 tongkol yang di rusak oleh hama penggerek batang jagung. • Penggerek tongkol 15%. Maka 32.000 x 15% = 4800 tongkol. Maka kerugian yang lebih besar di sebabkan oleh hama penggerek tongkol jagung. 7) Carilah informasi mengenai penggerek batang jagung dan penggerek tongkol lalu sebutkan dan periksa nama ilmiah dan klasifikasi kedua organisme tersebut di situs GBIF Data Portal atau ITIS pada blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Cantumkan nama ilmiah dan klasifikasi yang diperoleh dan kemudian berikan penjelasan mengapa nama ilmiah perlu diperiksa pada situs tersebut. Jawaban (mulai pada baris baru): 8) Berdasarkan hasil wawancara pada Kasus 2, hitung besar kehilagan hasil (BKH) dan nilai kehilangan hasil (NKH) yang disebabkan oleh setiap OPT dan nilai kehilangan hasil yang dapat diselamatkan (NKHS) dengan melakukan pengendalian. Cantumkan hasil perhitungan langkah demi langkah (bukan dengan hanya mencantumkan tabel). Jawaban (mulai pada baris baru): Prosentase kehilangan air oleh hama penggerek batang jagung sebesar 5% maka dapat menyebabkan kerugian sebesar 1600 tongkol dan hama penggerek tongkol jagung sebesar 15% menyebabkan kehilangan hasil sebesar 4800 tongkol. Perhitungan Hasil/ha, 32.000 tongkol. Harga jual Rp.1000 tongkol Maka pendapatan : 32.000 x 1000 = Rp. 32. 000.000 Potensi kehilangan hasil bila di serang oleh hama penggerek tongkol jagung dan penggerek batang jagung sebesar ; 1600 + 4800 = 6400 tongkol Maka hasil yang diperoleh petani sebesar ; 32.000 – 6400 x 1000 = Rp. 25.600.000 Setlah pengendalian hasil yng di peroleh oleh petani sebesar : Penggerek batang ; 5% dari 32.000 tngkol = 1600. 50% dari 1600 = 800 tongkol Penggerek tongkol; 15% dari 32.000 tongkol = 4800. 50% dari 4800 = 2400 tongkol. Hasil yang di peroleh : 32.000 – 800+ 2400 = 33.600 tongkol Maka hasil berupa uang yang di peroleh sebesar ; 33.600 x 1000 = Rp. 33.600.000 Hasil berih yang di peroleh oleh petani sebesar; Rp. 33.600.000 – 1.500.000 + 2.000.000 = Rp. 34.100.000 9) Berdasarkan hasil perhitungan pada Pertanyaan 8 dan besar biaya pengendalian sebagaimana disebutkan pada Kasus 2, di antara kedua OPT tersebut, mana yang perlu dikendalikandan mana yang tidak? Jelaskan jawaban Anda dengan perhitungan langkah demi langkah (bukan dengan hanya mencantumkan tabel). Jawaban (mulai pada baris baru): Yang perluh di kendalikan adalah hama pengerek tongkol karna prosentase kerusakan nya lebih besar dari hama penggerek batang. Dan di lihat dari biaya yang di keluarkan untuk mengendalikan hama penggerek batang lebih besar. Jawablah pertanyaan No. 10 dengan berdasarkan Kasus 1 dan Kasus 2. 10) Simak dengan teliti kurva berikut yang diperoleh dari FAO SD Dimenssion: Menurut kurva di atas, faktor apa saja yang dapat menyebabkan kehilangan hasil dan jelaskan, OPT termasuk faktor yang mana dan program ‘jagungisasi’ termasuk faktor yang mana? Jawaban (mulai pada baris baru): Pertanyaan Bonus Anda tidak harus menjawab pertanyaan ini, tetapi bila menjawab maka nilai yang diperoleh akan ditambahkan terhadap nilai yang diperoleh dari menjawab Pertanyaan 1 sampai Pertanyaan 10 (bila belum mencapai 100). 11) Baca tayangan Faktor yang Menentukan Status Organisme sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Keputusan Melakukan Pengendalian pada blog Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Setelah membaca tulisan ini, komentari apakah mempelajari perlindungan tanaman cukup dengan mempelajari biologi organisme (mahluk hidup). Tulis jawaban Anda sebagai komentar di dalam kotak komentar di bagian bawah tulisan tersebut. Ketik dahulu komentar Anda dalam Word dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, hitung jumlah kata antara 50-75 kata (Review>Proofing>Word Count). Kemudian setelah isi dan bahasanya memadai, salin (copy) lalu tempel (paste) dalam kotak komentar. SELAMAT BEKERJA JANGAN SALAHGUNAKAN KEPERCAYAAN YANG DIBERIKAN KEPADA ANDA UNTUK BELAJAR MELAKUKAN KORUPSI DENGAN MENYALIN DAN MENEMPELKAN JAWABAN DARI MAHASISWA LAIN


OPT PENTING TANAMAN MANGGA
Mangga (mangifera indika L.)  termasuk dalam family  Anacardiaceae serta berasal dari daerah kaswasang yang meliputi india, birma serta Malaysia, kini hanmpir sudah tersebar keseluruh negara tropis, seperti asia termasuk Indonesia, mesir , afrika selatan, Australia dan ujung selat florida.
Klasifikasi      : menurut (Cronquist, 1981)
Kingdom          : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnopsida
Subclassis       : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Familia            : Arnacardiaceae
Genus             : Mangifera
Species           : Mangifera indica L.

            Mangga karena kelesatan rasanya dianggap sebagai ‘the apple of the tropic’  yakni salah satu buah tropis yang kedudukannya sama dengan apel di daerah subtropics. Bahkan di india mangga sangat terkenal dan merupakan utama serta biasa disebut sebagai ‘raja dari segalah buah-buahan’ dan secara simbolis dipakai dalam u-pacara-upacara kebudayaan. Indonesia sngat berpotensi baik dalam perkembangan mangga, terutama di daerah daratan rendah wiaya Indonesia bagian timur dan tengah serta pulau jawa bagian yang bercuaca curah hujan rendah (kering).
            Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hasil buah mangga  tentunya tidak luput dari gangguan seperti hama, pathogen dan gulma, oleh karna itu untuk dapat menjaga dan meninggakatkan hasil buah mangga maka perlu di ketahui tantang ke tiga jenis OPT yang sangat berpotensi dalam menurunkan hasil mangga.
*                  Hama
Hama sangat berpotensi besar dalam menurunkan kualitas hasil buah mangga. Hama kumbang buah mangga  (Sternochetus frigidus F.) ; sinonimnya Cryptorrhynchus gravis F. hama kumbang buah mangga tergolong dalam ordo coleopteran, family Curenlionidae.
Semua jenis tanaman mangga seperti golek, manalagi, arumanis,bacang dan kaweni  merupakan tanaman inangnya, kumbang buah mangga ini membuat lubang terowongan dalam daging buah mangga yang masak, tampak baik dari luar namun didalamnya telah rusak.
Photo of two mango cheek slices showing the larval tunnels of mango pulp weevilPhoto of whole mango showing the exit hole of adult mango pulp weevil, mango slice showing pupa in chamber with two adults and a mango slice showing pupal chambers
Figure 1: Larval tunnels formed by mango pulp weevil
 Figure 2: From left: Exit hole of mango pulp weevil adult, pupa in chamber with two adults and pupal chambers.

 Sejak tahun 1987, kumbang bubur mangga telah perlahan-lahan perkebunan mangga infesting di Palawan. Ini dimulai dari kota selatan Bataraza dan telah mencapai bagian selatan Puerto Princesa City. Namun, bagian utara provinsi masih uninfested (De Jesus, 2000). Provinsi Palawan telah ditempatkan di bawah karantina untuk mencegah penyebaran serangga ke lain daerah penghasil mangga negara (De Jesus,. 1998).


Morfologi kumbang buah mangga
            Panjang kumbang ini sekitar 8-10 mm. moncongnya panjang dan sedikit bengkok. Warna coklat tua berbintik kelabu. Elytra-nya mempunyai garis-garis yang memanjang dan menonjol. Warna undinya (larva) putih dengan panjang 18 mm. warna kepompongnya coklat.

Daur hidup kumbang buah mangga
            Setelah kawin kumbang bertelur, telurnya di masukan kedalam buah mangga yang telah di gereknya, jumlah telurnya 75-180 butir dalam waktu 3 mingggu. Setelah larvanya menetas, langsung memakan daging buah sambil membuat terowongan sampai ke biji.  Lundinya berwarna putih, cairan buah di minum larva, kotoran lundi berbentuk bulat menutupi lubang. Larvamembentuk pupah di dalam buah dengan kepompong yang di buat dari sisa potongan makanan. Setelah menjadi kumbang serangga ini kelur dar buah mangga pada siang hari dan terbanng mencari persembunyian dibawah celah-celah kulit pohon mangga. Karena warna kulitnya hampir sama degan warna kulit pohon, hama ini sering tidak terlihat.
            Kumbang ini makan pada malam hari dengan menusuk buah yang masih muda. Cairan yang kelur dari buah yang masih muda lalu di makanya. Kumbang ini juga memakan daun muda dan tunas. Walau pun terbangnya kuat, biasanya kumbang tidak begitu jauh dari tempat munculnya.sesudah bertelur biasanya kumbang betina mati. Perkembangan satu generasi biasanya membutukan waktu kira-kira 10 minggu.

Musuh alami
ü Tumbuhan parasit Flavopimpla manggae Betr.
ü Semut rangrang (oecophylla smaragdina F) dengan adanya semut rangrang kumbang dan serangga yang lain akan pergi.

Pengendalian kumbang
ü Buah yang telah di serang segara dipetk dan di musnakan. Setelah itu buah yang telah rontok di kumpulkan dan di bakar.
ü Kebersihan sekitar pohon harus di jaga, jika kelihatan kumbang segera di tangkap dan di kumpulkak dan kemudian di matikan.
ü Kumbang di semprot dengan insektisida, seperti Karate dan Perfekthio
Reverensi :

Ir. Pracaya. Hama dan Penyakit Tanaman .2009.Penebar Swadaya. Jakarta

Nama kelompok17
1.       Yosdacrianus Suhardi. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
2.       Yosephus M.I. Tang . Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
3.       Yudi Werwanto Kaka. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
4.    Yuliana H.L. Djami Dosen PA Ir. A.E.P. Fanggidae 17  
Opt tanaman mangga (mangifera indica L) Klasifikasi : menurut (Cronquist, 1981) Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Classis : Magnopsida Subclassis : Rosidae Ordo : Sapindales Familia : Arnacardiaceae Genus : Mangifera Species : Mangifera indica L. Gulma (Opuntia stricta) Taksonomi Nama: Opuntia stricta (Haw.) Haw. Sinonim: Cactus Opuntia L. var. inermis DC., Cactus strictus Haw, Opuntia airampo Phil.., Opuntia anahuacensis Griffiths, Opuntia atrocapensis Kecil, Opuntia bartramii Raf., Opuntia bentonii Griffiths, Opuntia cyanella Griffiths, Opuntia dillenii (KerGawl.) Haw., Opuntia gilvoalba Griffiths, Opuntia gomei Griffiths, Opuntia horrida Salm-Dyck mantan DC, Opuntia humilis (Haw.) Haw.., Opuntia inermis (DC.) DC., Opuntia keyensis Britton ex Kecil, Opuntia laxiflora Griffiths, Opuntia longiclada Griffiths, Opuntia macrarthra Gibbes, Opuntia magnifica Kecil , Opuntia maritima Raf, Opuntia Nitens Kecil., Opuntia parva A.Berger, Opuntia spinalba Raf., Opuntia stricta (Haw.) Haw. var. dillenii (KerGawl.) LDBenson, Opuntia tenuiflora Kecil, Opuntia tunoides Gibbes, Opuntia zebrina Kecil. Nama-nama umum: Araluen pir, Australia hama pir (bahasa Inggris), Chumbera (Spanyol), umum hama pir (bahasa Inggris), pir berduri umum (bahasa Inggris), pir berduri tegak (English), Feigenkaktus (Jerman), Gayndah pir, nopal estricto ( Spanyol), pir hama Australia (bahasa Inggris), pir berduri asam (bahasa Inggris), berduri pir hama (bahasa Inggris) Klasifikasi Opuntia stricta Opuntia stricta (Haw.) Haw. Kingdom Plantae – Plants Subkingdom Tracheobionta – Vascular plants Superdivision Spermatophyta – Seed plants Division Magnoliophyta – Flowering plants Class Magnoliopsida – Dicotyledons Subclass Caryophyllidae Order Caryophyllales Family Cactaceae – Cactus family Genus Opuntia Mill. – pricklypear Species Opuntia stricta (Haw.) Haw. – erect pricklypear Jenis Organisme: semak Opuntia stricta adalah kaktus yang dapat tumbuh hingga 2 meter dan berasal dari Amerika Tengah. Ini semak berduri nikmat habitat seperti lereng berbatu, tepi sungai dan daerah perkotaan. Opuntia stricta dianggap terburuk Australia pernah gulma. Opuntia stricta juga invasif di Afrika Selatan, di mana pilihan biologi saat ini sedang dieksplorasi untuk mengontrol masalah. Deskripsi Penyebaran ke semak tegak sampai 2 meter. Basal batang-segmen kadang menebal, batang pembentuk, uppersegmets eliptik untuk obovate, 10-35cm panjang, 7-20cm lebar, gundul, hijau kusam menjadi abu-abu-hijau. Daun berbentuk kerucut, 4.5-6mm panjang. Duri hingga 11 per areole, 1-6cm panjang, kuning sampai coklat; glochids kuning. Bunga 5-6.5cm diameter, lobus petaloid menyebar, kuning.. Buah obovoid dengan apex tertekan, 4-6cm panjang, 2,5-4cm diam, ungu.. Benih 4-5mm panjang, coklat pucat "(George, 1984, Di PIER, 2003). Terjadi di: daerah pertanian, ruderal / terganggu, gosok / shrublands, tundra, daerah perkotaan aliran air, Geografis kisaran Asli kisaran: pantai tropis dan subtropis dari timur Amerika Utara, Bermuda, Hindia Barat dan berdekatan Amerika Selatan. Dikenal memperkenalkan berbagai: Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Australia, Afrika Selatan, Yaman, Eritrea, Ethiopia dan Somalia. Pengantar jalur ke lokasi baru Pertanian: Tanaman ini datang ke Australia pada armada pertama, sehingga gulma tertua. Pemukim awal di Australia ditanam O. stricta untuk tujuan hias dan sebagai lindung nilai untuk memelihara ternak di bawah kontrol sebelum kawat berduri menjadi terjangkau. (Australia Tanaman online, 1999) Daerah penyebaran metode Taman escape / taman limbah: Lain-lain (lokal): Segmen akan berakar dari "mata" jika dibiarkan dalam kontak dengan tanah, (ESC). Arus air: Mereka dapat dipindahkan dalam banjir menyebabkan infestasi di sepanjang tepi sungai, (ESC). Reproduksi Benih. Segmen akan berakar dari "mata" jika dibiarkan dalam kontak dengan tanah, dan karena mereka begitu lezat, mereka tetap mampu rooting untuk beberapa bulan setelah terlepas dari tanaman induk. Mereka dapat dipindahkan dalam banjir menyebabkan infestasi di sepanjang tepi sungai. Reverensi http://www.daff.qld.gov.au/26_17921.htm http://www.weeds.org.au/cgi-bin/weedident.cgi?tpl=plant.tpl&card=s12 http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=opst2 http://id.shvoong.com/lifestyle/hobbies/2292316-morfologi-dan-varietas-pohon-mangga/#ixzz2PghVQMDw Nama kelompok17 1. Yosdacrianus Suhardi. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc 2. Yosephus M.I. Tang . Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc 3. Yudi Werwanto Kaka. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc 4. Yuliana H.L. Djami Dosen PA Ir. A.E.P. Fanggidae 17
Opt tanaman mangga (Mangifera indica L.) Bakteri Pseudomonas syringae pv. syringae. Klasifikasi Pseudomonas syringae Kerajaan :Bakteri Filum :Bakteri Kelas : Gamma Bakteri Order : Pseudomonadales Keluarga :Pseudomonadaceae Genus :Pseudomonas Spesies :P. syringae Binomial Nama Pseudomonas syringaeVan Hall, 1904 Jenis strain ATCC 19310 Identifikasi Penyakit Suatu tanaman pertanian dapat terserang oleh banyak pathogen. Patogen-patogen ini perlu diketahui, sekurang-kurangnya patogen yang penting. Patogen-patogen sering mengadakan interaksi, dan juga mengadakan interaksi dengan tumbuhan inang, dibawah pengaruh berbagai faktor lingkungan. Identifikasi penyakit yang akan dikelola, adalah mutlak penting, sebab kalau keliru, semua tindakan berikutnya akan salh juga. Termasuk didalamnya keterangan yang terperinci tentang bioteknologi dari penyakit tersebut. Gejala Penyakit ini bisa menyerang sebagian besar tanaman termasuk batang, cabang, tunas-tunas, bunga, daun dan buah. Bintik-bintik pada daun sering menyatu dan murtad. Batang dapat mengembangkan lesi gelap mengangkat yang kemudian dibagi. Bunga blighted memiliki tampilan hangus dan mati kembali. Polong kacang mengembangkan direndam air lesi yang menjadi cekung dan cokelat, dengan khas coklat kemerahan margin. Jika terinfeksi awal polong dapat menjadi bengkok atau bengkok mana lesi berkembang. Bakteri memiliki kisaran inang yang luas dan bertahan secara epifit pada banyak jenis tanaman. Bakteri bubar dalam percikan air dan serangga, memasuki tanaman melalui luka kecil dan bukaan alam di bunga dan daun. Cool, kondisi basah adalah yang paling menguntungkan untuk infeksi dan pertumbuhan yang optimal dari bakteri. Ada sedikit informasi yang tersedia untuk pengelolaan penyakit ini. Menjadi sistemik, fungisida tropis standar / bactericides memiliki sedikit efek atau tidak. Infeksi baru dapat dicegah dengan aplikasi tembaga berat sebelum dan segera setelah pemangkasan akhir musim panas ketika populasi bakteri berada di terendah mereka. Cepat pengakuan dan langsung praktek phytosanitation harus batas penyebaran penyakit melalui kebun. Batu buah dan pear Tanaman hanya kuat, bebas penyakit pohon. Semua penyakit bakteri sulit untuk mengelola sekali didirikan di kebun. Menghindari kerusakan pohon dan melindungi pohon dari angin-driven hujan dan hujan es. Di kebun yang terkena dampak, hindari pemangkasan di musim dingin ketika Kanker aktif. Gunakan praktek phytosanitory baik ketika pemangkasan dan menghancurkan materi terinfeksi. Ketika pemangkasan Kanker diskrit, pastikan dipotong setidaknya 15 cm di bawah lesi terlihat. Terapkan cat luka luka pemangkasan besar. Gunakan bactericides tembaga dianjurkan. Kacang Gunakan bebas penyakit benih dan menghindari penanaman varietas sangat rentan. Hindari memindahkan pekerja dan mesin antara daerah yang sakit dan bebas penyakit, terutama dalam cuaca yang basah. Gunakan program tembaga semprot rutin pelindung. Plough pada tanaman yang terkena segera setelah panen. Kimia pendaftaran dan izin Periksa Pestisida Australia dan Hewan Obat Authority Database kimia dan database izin untuk bahan kimia yang terdaftar atau disetujui berdasarkan izin untuk mengobati penyakit ini pada tanaman target dalam negara Anda atau lokasi. Selalu membaca label dan mengamati periode pemotongan. Reverensi http://www.issg.org/database/species/ecology.asp?si=104&fr=1&sts=&lang=EN Teknik/Cara Pengendalian Penyakit Tanaman Secara Biologi, Kimiawi, dan Peraturan Undang-Undang Nama kelompok17 1. Yosdacrianus Suhardi. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc 2. Yosephus M.I. Tang . Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc 3. Yudi Werwanto Kaka. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc 4. Yuliana H.L. Djami Dosen PA Ir. A.E.P. Fanggidae 17


Opt Tanaman Tangga(Mangifera indca L ).
Klasifikasi      : menurut (Cronquist, 1981)
Kingdom                : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnopsida
Subclassis       : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Familia                        : Arnacardiaceae
Genus             : Mangifera
Species                       : Mangifera indica L.

hama kumbang buah mangga (Sternochetus frigidus Fabr.)
Informasi Umum
Sejak tahun 1987, kumbang bubur mangga telah perlahan-lahan perkebunan mangga infesting di Palawan. Ini dimulai dari kota selatan Bataraza dan telah mencapai bagian selatan Puerto Princesa City. Namun, bagian utara provinsi masih uninfested (De Jesus, 2000). Provinsi Palawan telah ditempatkan di bawah karantina untuk mencegah penyebaran serangga ke lain daerah penghasil mangga negara (De Jesus,. 1998).
Pulp mangga bonggol (Sternochetus frigidus Fabr.) Adalah serangga bertubuh keras kecil yang infests buah mangga. The betina dewasa bertelur pada buah ketika itu adalah tentang ukuran telur ayam. Telur menetas dan larva menanggung ke buah di mana mereka mengalami perkembangan, dari larva ke pupa menjadi dewasa, dalam rentang waktu 32 hari. Dewasa tetap di dalam selama 37 hari. Tujuh puluh persen (70%) dari orang dewasa keluar dari buah dengan membosankan lubang tepat di bawah ruang kepompong. Tidak ada studi yang dipublikasikan belum dilakukan pada perilaku serangga luar buah.
Metode pendeteksian Acoustical telah dilakukan pada buah-buahan seperti pepaya dan mangga. Ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan lalat buah (Hansen, 1988 & Sharp, 1988). Instrumen yang digunakan mencapai akurasi setinggi 80%. Namun, metode deteksi bergantung pada suara makan dan bukan pada gerakan yang sebenarnya serangga. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah alat yang akan mendeteksi keberadaan kumbang daging mangga dengan menggunakan metode akustik, dan antarmuka instrumen untuk komputer mikro. Instrumen akan bergantung pada pergerakan serangga dan bukan pada suara makannya.
hama kumbang (Sternochaetus frigidus) merupakan hama eksotis serius bahwa terowongan ke dalam daging mangga membuat mereka tidak layak untuk makan. Kumbang daging mangga terlihat mirip dengan kumbang biji mangga, tapi makan daging daripada benih.
Kumbang daging mangga saat ini hadir di Asia Tenggara, Bangladesh, Burma, Thailand, Malaysia, utara-timur India, Singapura, Filipina dan Indonesia (termasuk Irian Jaya), namun belum ditemukan di Queensland.

OPT diketahui ada di utara-timur India, Bangladesh, Burma, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia (termasuk Irian Jaya).


Gejala dan kerusakan
Tidak ada tanda-tanda lahiriah serangan yang jelas sampai bonggol dewasa membosankan keluar dari buah. Untuk memeriksa kutu, buah harus diiris terbuka. Tanda-tanda internal infestasi termasuk terowongan coklat dalam daging dan adanya larva, kepompong atau dewasa.

Siklus hidup
Telur diletakkan pada buah dari mana larva mengembangkan dan terowongan melalui daging membentuk ruang yang berdekatan dengan benih. Dari sana larva masing-masing terus terowongan melalui daging meninggalkan kotoran granular coklat belakang. Larva yang gemuk, berwarna pucat dan tak berkaki, dengan kepala yang didefinisikan dengan baik. Akhirnya berkembang menjadi pupa yang tinggal di ruang cekung dari daging dan berkembang menjadi dewasa. Kumbang dewasa menginap di ruang sampai matang dan muncul dari buah dengan membosankan lubang melalui kulit. Dewasa adalah berbintik-bintik coklat dan sulit untuk membedakan dari biji mangga kumbang (S. mangiferae) yang terjadi di Queensland. Benih bonggol mangga dapat dibedakan oleh kebiasaan makan nya dalam biji mangga daripada daging.

Karantina
Layanan Karantina dan Inspeksi Australia melarang impor mangga ke Australia dari daerah di mana bonggol mangga diketahui ada. Ada kemungkinan bahwa OPT bisa masuk Queensland dalam buah mangga impor ilegal, terutama karena seringkali tidak ada tanda-tanda eksternal dari kutu.

reverensi


Nama kelompok17
1.       Yosdacrianus Suhardi. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
2.       Yosephus M.I. Tang . Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
3.       Yudi Werwanto Kaka. Dosen PA Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc
4.    Yuliana H.L. Djami Dosen PA Ir. A.E.P. Fanggidae 17